DAFTAR
PERALATAN
1. Nama
alat : Gergaji Sengkang (hacksaw)
Fungsi : Untuk memotong pipa
Gambar :
2.
Nama
alat : Pipe cutter
Fungsi : Untuk memotong pipa
Gambar :
3.
Nama
alat : Buring Reammer
Fungsi : Untuk merapikan atau
melebarkan lubang pipa
Gambar :

4.
Nama alat : Pipe threading machine
Fungsi : Untuk memotong, megulir,merapikan pipa
Gambar :
5.
Nama
alat : Bench Vise, Pipe Wrench, Chain
Vise, Yoke Vise
Fungsi : Menjepit pipa
Gambar :
1.
Bench
Vise

2.
Pipe
Wrench
3.
Chain
Vise
MACAM-MACAM SAMBUNGAN
a. Tee

Di
pergunakan untuk menyambung tiga buah pipa yang berdiameter sama, dengan arah
tegak lurus. Alat sambung ini mempunyai ulir di tiga ujungnya.
b.
Reducing Tee
Di
pergunakan untuk menyambung tiga buah/batang pipa yang mempunyai dua macam
ukuran diameter dengan arah tegak lurus. Alat sambung ini mempunyai uliran di
ketiga ujungnya.

c.
Elbow ( F+F )
Di
pergunakan untuk menyambung dua buah pipa yang berdiameter 90’. Alat sambung
ini mempunyai ulir dalam di kedua ujungnya.

d.
Elbow ( F+M )
Di
pergunakan untuk menyambung dua buah pipa yang berdiameter sama dengan sudut
90’. Alat sambung ini mempunyai uliran yang berada pada masing-masing ujungnya,
yaitu uliran dalam dan uliran luar.

e.
Socket
Di
pergunakan untuk menyambung dua buah pipa lurus dengan ukuran diameter yang
sama dan mempunyai ulir di kedua ujungnya.

f.
Reducing Socket
Di
pergunakan menyambung dua pipa lurus dengan ukuran diameter pipa yang berbeda.
Alat sambung ini mempunyai ulir di kedua ujungnya h. Elbow 45’ ( F + M ) Di
pergunakan untuk menyambung dua buah pipa yang berdiameter sama, dengan sudut
45’, alat sambung ini mempunyai ulir yang berlainan di kedua ujungnya itu
uliran dalam dan uliran luar.


g.
Plange/Flens
Plange/Flens, yaitu alat sambung bersayap yang
berfungsi menyambung pipa lurus atau belok, apakah 90˚,45˚ atau 22
˚, dengan diameter yang sama. Sambungan ini digunakan
pada pipa dengan diameter lebih dari 2”. Cara memasangnya dengan dilas pada
ujung pipa, dan cara penyambungan flens dilakukan pemasangan gasket diantara
kedua flens, lalu dirapatkandengan mur dan baut

Di
pergunakan untuk menyambung dua buah pipa yang berdiamter sama, dengan sudut
90’, yang mempunyai ulir dalam di kedua ujungnya.


i.
Barrel Union
Alat
sambung ini di pergunakan untuk menyambung dua buah pipa yang berdiameter sama,
terutama pada instalasi tertutup.


j.
Side Outlet Elbow.
Digunakan untuk membelokkan arah aliran ke
kanan atau ke kiri, juga untuk pencabangan arah atas


k.
Barrel Nipple
Alat
sambung ini di pergunakan untuk mengencangkan sambungan pipa. Bentuk segi enam
di tengah alat ini di pergunakan untuk mengencangkan sambungan dengan
menggunakan kunci pipa.


l.
Cap
Digunakan
untuk menutup aliran dan alat sambung ini mempunyai ulir luar.

m.
Plug.
Di
pergunakan untuk menutup pipa atau alat sambung yang mempunyai ulir dalam.


n.
Cross
Cross
atau alat sambung pipa cabang 4 adalah alat sambung yang digunkan untuk
pencabangan instalasi pipa ke kanan dan ke kiri, selain penyambungan lurus.


INSTALASI PENDEK
1. Dasar Teori
Plumbing/perpipaan adalah suatu pekerjaan pipa memipa
mulai dari meteran air sampai ketempat tempat yang membutuhkan penyaluran air
(dalam bangunan). Pipa merupakan saran untuk mengalirkan air, baik air
bersih maupun air kotor atau limbah.
Kesedian pipa terbatas, jika pipa yang
di butuhkan panjang sedangkan panjang pipa yang ada hanyalah ± 6 m, maka kita
perlu melakukan penyambungan pipa. dalam pemasangan pipa sering dijumpai
pembelokan, pembengkokan, serta mereduksi pipa. oleh karena itu kita terlebih
dahulu harus tahu bagai mana penyambungan pipa, pembelokan pipa, pembengkokan
pipa, mereduksi pipa dan lain sebagainya
2. Alat dan Bahan
§ Pipa
galvanis Ø ½”, Ø ¾, (Ø ¾ panjang 60,60,30,25
cm) dan (Ø ½”panjang 30cm)
§ Roll meter
§
Pipe-cutter (pemotong pipa)
§
Kikir
§ Pelebar
diameter ujung pipa (buring reamer)
§
Ragum
§
Penggaris
siku
§
Pensil/spidol
§
Ulir mesin
§
Pemotong mesin
§
Pipe wrench
§
Selotip
§
Karet bekas
§
Tang
§
Test pump
§
Sikat besi
§
kuas
§
sambungan elbow reduce ¾ ke ½ , elbow ¾
bend ¾ ,tee ¾ , tee reduce ¾ ke ½ , union ¾ , plug ¾ , cup ¾,
masing-masing berjumlah 1.
§
Socket ¾ sebanyak 2 buah
3.
Waktu
Pelaksanaan
Hari/Tanggal
: Selasa, 04 September 2018 s/d Rabu, 05 September 2018
Lokasi : Bengkel Plambing Politeknik Negeri
Malang
Waktu : 07.00 – 13.55 WIB
4. Langkah Kerja
1. Persiapkan
pipa Ø ½”, Ø ¾ dengan panjang masing-masing (Ø ½”=30 cm)
dan (Ø ¾=175cm)
2. Ukur pipa
sesuai ukuran pada gambar sesuai dengan kelompok masing-masing.
3. Kemudian
potong pipa galvanis sesuai dengan ukuran masing-masing menggunakan mesin pemotong pipa atau dengan pipe cutter.
4. Ulir
pipa tersebut menggunakan mesin ulir.
5. Setelah
mengulir selesai rapikan uliran tersebut dengan sikat besi dan kuas.
6. Pasang
selotip pipa pada setiap uliran agar saat disambungkan bisa merekat dengan
sempurna.
7. Rangkai
pipa tersebut sesuai gambar yang ada sudah ada.
8. Setelah
semua selesai dirangkai test rangkaian pipa tersebut menggunakan hydrostatic pump
(test kebocoran).
9. Sampai
tekanan 20 bar bila sudah pada tekanan 20 tidak bocor maka pipa sudah dapat
digunakan.
10. Dan
jika masih bocor, disetiap sambungan berikan sill atau karet bekas agar bisa
merekat sempurna.
11. Ulangi percobaan nomor 8 untuk mengetahui
kebocorannnya kembali.
5.
Gambar
kerja

6.
Dokumentasi
Gambar 6.1
(hasil akhir instalasi pendek)
Comments
Post a Comment